Kampung Dolanan Bantul

Kampung Dolanan Bantul

Kampung Dolanan Bantul merupakan tempat dimana kita bisa mengingat masa-masa kecil. Tentang Pengalaman berharga masa kecil  menikmati kehidupan. Kampung Dolanan ini muncul dari inisiatif sejumlah warga di Dusun Pandes setelah tragedi Gempa 2006. Salah satu tujuannya adalah membantu pemulihan trauma anak-anak akibat gempa. Warga pun menghidupkan kembali Desa Pandes yang di masa lalu pernah menjadi pusat pembuatan dolanan anak.

Kampung Dolanan ternyata memiliki asal usul yang memang tidak jauh dari dolanan anak. Di masa lalu, desa ini menjadi sentral pembuatan dan produksi mainan tradisional di DIY dan sekitarnya. Sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengrajin mainan yang ulung dan terkenal. Namun, kemajuan zaman rupanya mampu menggusur mainan tradisional dari rumahnya sendiri. Saat ini, hanya segelintir yang mampu mewarisi keahlian membuat mainan tradisional.

 Bagi generasi ’90an pernah merasa kangen dan pengen mengulang ke masa-masa kecil gag? Entah itu kangen sama suasana, permainannya, ataupun makanannya. Ada sesuatu yang beda dari generasi ’90an ini, semuanya memorable banget.  Yaakan??

Suatu keberuntungan dan kebahagiaan tiada tara ketika generasi 90an bisa ngerasain masa kecil sampai remaja yang menyenangkan.  Hampir semua jenis permainan  yang kita mainkan itu hasil karya sendiri loh , “wow banget kan?”. Membuatnya pun harus rame-rame sekampung, bukan main namanya kalau gag bedol desa. Hehe

Kampung Dolanan Bantul

Kali ini saya akan bernostalgia dengan beberapa permainan era ‘90an. Tepatnya di kampung Dolanan yang terletak di Dusun Pandes, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung dolanan ini sering di kunjungi banyak wisatawan dalam negri maupun wisatawan asing. Disana kita bisa berkenalan langsung dengan Mbah Atemo, beliau salah satu pengrajin mainan tradisional di Kampung Dolanan. Sudah sejak muda ia mengenal dolanan dan hingga kini beliau aktif menggarap kepet atau kipas, angkrek atau wayang kertas, manukan, dan kitiran. Untuk kisaran harga mainan tradisional yang umumnya berbahan kertas bekas dan bambu ini adalah Rp 2.500,00 hingga Rp 25.000,00.

Untuk menuju ke Kampung Dolanan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari pusat kota Jogja ( kalau gag macet ya 😀 ) . Kampung ini bersebelahan dengan Institut Seni Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *